Kamis, 20 Agustus 2026

 

Judul: Malioboro at Midnight
Penulis: Skysphire
Penerbit: Bukune
Jumlah Halaman: 436
Tahun Terbit: 2023

Rate: 3.5/5!
App: iPusnas

BLURB: Suatu malam, Malioboro Hartigan yang tidak sadarkan diri mendobrak pintu apartemen tetanganya, Serana Nigitha.

Pertemuan yang awalnya untuk menganti pintu rusak berubah menjadi kedekatan antara dua orang.

Namun Sera punya pacar, seorang Jan Ichard, vokalis band yang sedang sibuk membangun nama di ibukota.

Tapi, bagaimana jika Malio tahu bahwa Sera sering menangis tengah malam dan itu semua karena pacarnya?

Bagaimana jika pintu itu sengaja didobrak Malio karena ia tahu Sera memendam sendiri sedihnya?

REVIEW: Pertama-tama, aku gak terlalu exited lagi waktu pertama kali baca, karena udah tau sebagian besar isi ceritanya. Tapi walopun begitu, aku tetap menikmati ceritanya sampe habis. Dan aku rasa, versi bukunya gak jauh bereda dengan versi AU nya dulu. Iya, aku ngikutin cerita Malioboro sejak masuh on going di twitter dan sampe jadi buku. Jadi aku ngerasa kayak baca ulang cerita yang udah tau endingnya kayak gimana hehe

Alurnya campuran, menggunakan POV orang ketiga, detail tempat dan suasananya menurutku kurang detail, dan penokohan karakternya lumayan oke, walopun tetap ada yang kurang menurutku pribadi. Terutama tokoh Sera, kayak yang nothing spesial aja gitu menurutku.. kurang ada geregetnya. Untuk penyelesaian konflik antara Sera dan keluarganya juga kurang ngena di aku, meskipun aku tau gimana perasaan ibu Sera, tapi tetep aja kayak ada yang kurang :')

Salah satu alasan besarku sanggup menamatkan buku ini adalah Malioboro itu sendiri haha
Gak tau kenapa, aku jatuh cinta banget sama karakteristik yang dia punya, yap! Green forest, banget. Tapi yah, menurutku pribali (lagi), hal yang dilakuin Malio waktu Sera masih pacaran sama Jan Ichard itu.. sedikit salah(?) atau menyimpang, gak tau kata yang tepat buat gambarinnya. Pokoknya, walopun tujuannya dia memang baik, mau membantu wanita yang lagi kesusahan ya a.k.a disakitin sama cowoknya.

Alasan lain yang buat aku betah baca buku ini yakni mau lihat sekali lagi gimana saltingnya Mas Aliolio waktu kecintaan sama Sera wkwk menurutku itu gemesss banget! Gak ada obat pokoknya. Kek yang, ada aja ide buat ngedeketin gebetannya itu. Aku suka banget sama penokohan Malioboro di sini, dia jadi lebih (agak) dewasa. Mulai dari cara dia menyikapi keluarga Sera, nenangin Sera setiap Ichard ngelakuin hal buruk ke cewek itu, sampai mengambil keputusan buat break agar keduanya bener-bener tu perasaan satu sama lain alias gak bingung lagi. Itu gantle man banget sih.

Untuk Jan Ichard sendiri, kalo di versi AU nya disoroti tentang kelanjutan hubungannya dengan si Jessica, beda lagi di versi bukunya ini. Di sini lebih fokus ke perjalanan hubungan antara Malio sama Sera aja. Jadi ada hal-hal lain yang gak terlalu dikembangin lagi, kayak keluarganya si Malio, jujur aja aku suka banget sama keluarga dia yang harmonis itu tapi kenapa dikasih space cuma dikit.. sayang banget huhuu 

Malah kayaknya banyakan dijelasin tentang kehidupan Ichard waktu belum jadi musisi terkenal. Aku tau itu penting sih, mengingat kenapa Sera susah move on sama cowok itu, tapi tetep aja.. kek yang, butuh lihat kehidupan Malio sama keluarganya.. Dan, oh ya! Menurutku (lagi) walopun ini bukunya lumayan tebal, tapi buatku banyak dialog atau narasi yang kurang penting, deh (sorry) :']

Overall, aku masih bisa menikmati buku ini secara keseluruhan. Ceritanya oke, walopun alur ceritanya bisa ditebak. Ada lumayan banyak humor yang diselipin penulis juga, jadi gak akan boring waktu baca ceritanya. Kamu juga bakal nemuin pesan tersirat maupun tersurat tentang kehidupan dan percintaan di dalamnya. Konfliknya gak jauh dari hubungan percintaan, toxic, perselingkuhan, pencarian jati diri, pertemanan, sampai college life pada umumnya. So, kalian udah baca bukunya juga belum?

Rabu, 12 Agustus 2026

[REVIEW NOVEL] Wizard Bakery karya Gu Byeong-Mu

Judul: Wizard Bakery
Penulis: Gu Byeong-Mo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 208
Tahun Terbit: 2021

 

Rate: 4/5!

App: iPusnas


BLURB: Karena ayahnya menikah lagi setelah ibunya meninggal dunia, seorang anak laki-laki berumur 16 tahun terpaksa tinggal serumah dengan ibu tiri dan adik tirinya. Hubungannya dengan ibu tirinya tidak pernah baik, jadi ketika ia mendadak dituduh melakukan pelecehan terhadap adik tirinya, ia pun kabur. Di tengah kepanikannya, ia berlari ke toko roti yang ada di dekat rumahnya. Ia sama sekali tidak menduga bahwa dunia penuh keajaiban menunggunya di sana. Sekilas pandang, Widzard Bakery terlihat seperti toko roti biasa, tetapi sebenarnya tempat ini menjual roti dan kue yang mengandung sihir. Sementara anak laki-laki itu berada di sana, ia menyaksikan sikap egois orang-orang yang ingin memiliki kekuatan sihir demi kepentingan pribadi. Walaupun Tukang Roti dan asistennya, Burung Biru, sering mengomeli anak laki-laki itu, mereka juga memberinya hiburan, berbeda dengan keluarganya sendiri. Namun, ketika polisi mulai menyelidiki toko roti itu, anak laki-laki itu pun sadar bahwa waktunya kembali ke kenyataan semakin dekat.

REVIEW: First of all, buku ini jauh sekali dengan covernya yang begitu manis. Awalnya, aku kira buku dengan halaman yang cukup sedikit ini akan menyuguhkan cerita fantasi yang imut, manis, dan penuh imajinasi. Tapi dugaanku salah besar! Karena isinya bener-bener dark. Ada begitu banyak adegan yang trigerring. Mulai dari child abuse, pelecehan seksual, family problem, trauma, bahkan suicide ada semua di sini. Jadi, tolong siapkan mental kalian dengan baik waktu mau baca buku ini.

Hal utama yang terpikirkan waktu baca buku ini, aku jadi keinget karyanya kak Ziggy. Kalo kalian pernah baca bukunya, pasti kalian akan paham. Yap, tentang anak-anak yang tumbuh sedikit "tidak lazim" dari kebanyakan anak kecil lainnya, tapi berhasil dikemas dengan apik dengan hal-hal imajinatif--dalam hal ini, bakery. Meskipun topik yang diangkat cukup berat, tapi roti-roti yang dibuat oleh si Tukang Roti dengan mantra ajaibnya, keramahan asistennya--si Burung Biru, serta suasana toko roti yang digambarkan dengan detail membuat ceritanya terasa lebih hangat sekaligus manis.

Wizard Bakery menceritakan seorang anak laki-laki gagap berumur 16 tahun yang hidup dalam keluarga yang cukup "problematik." Sejak kecil, ia sudah melihat banyak kejadian buruk di dalam keluarganya, yang seharusnya tidak pantas untuk dicerna dan dipertontonkan pada anak seusianya. Salah satunya yakni aksi bunuh diri yang dilakukan oleh ibu kandungnya. Bahkan, dirinya juga pernah "dibuang" oleh ibunya sendiri. Setelah ibunya meninggal, ayahnya memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang janda berprofesi guru dan memiliki satu anak perempuan, dan wanita itu adalah pilihan neneknya.

Seolah belum cukup trauma yang ditimbulkan oleh orang tuanya, ibu tirinya pun ikut menyumbang lebih besar rasa trauma itu. Setelah ayahnya memiliki istri baru, kehidupan si anak laki-laki di rumahnya sendiri semakin terhimpit. Rasanya ibu tirinya selalu saja mencari-cari kesalahan pada dirinya. Meskipun ia paham, rasa benci yang dilakukan oleh ibu tirinya itu adalah bentuk pelampiasan atas sikap dan tindakan yang dilakukan oleh ayahnya kepada Guru Bae, ibu tirinya.

Pengabaian orang tua hingga KDRT yang sering terjadi di rumahnya membuatnya kehilangan jati diri. Sampai pada puncaknya, ketika ia dituduh menjadi pelaku atas pelecehan seksual yang dialami oleh adik tirinya. Pristiwa menyakitkan itulah yang membuat si anak laki-laki itu mengambil keputusan besar, yakni pergi meninggalkan rumah untuk menghindari kenyataan pahit yang terjadi padanya. Dengan tidak membawa barang apapun, ia berlari sekuat tenaga dari amukan ibu tirinya.

Hingga kakinya membawanya pada sebuah toko roti ajaib yang ada di dekat rumahnya. Awalnya ia tidak mempercayai hal-hal seperti itu, hingga ketika dirinya ditampung dan hidup di dalam oven yang ada di toko tersebut, barulah ia menyadari bahwa toko itu adalah toko ajaib. Ada berbagai macam roti yang dibuat dengan sihir dan mantra ajaib oleh si Tukang Roti, sehingga tiap roti yang sudah dipanggang memiliki kelebihan tiada tanding, yang tidak dimiliki oleh bakery lain. Namun, produk roti yang dijual tidak lantas membuat hidup si pembeli berubah menjadi kaya ataupun bahagia selamanya, karena setiap roti yang dijual memiliki konsekuensinya masing-masing. Dan itu harus dipertanggung jawabkan oleh konsumennya sendiri.

Selama tinggal dan bersembunyi di dalam toko roti itu, si anak laki-laki merasakan berbagai macam perasaan yang belum pernah ia rasakan di rumahnya sendiri. Ada banyak kejadian yang membuatnya merasa diterima. Dan ada begitu banyak pelajaran serta pemahaman baru, yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehnya, dan itu membuatnya memiliki keberanian untuk menghadapi trauma dan rasa sakit.

Menggunakan alur campuran dan POV dari orang pertama--si Anak Laki-Laki, Wizard Bakery berhasil membuat pembacanya larut dalam dunia fantasi yang dibuat penulis. Btw, semua tokoh di buku ini kebanyakan gak dikasih nama yah, tapi ceritanya tetap bisa mengalir dengan baik, kok. But, jujurly aja waktu baca bab awal, aku memang sedikit kebingungan dengan hal-hal yang sedang dibahas karena pemikiran si tokoh utama itu kayak bukan pemikiran anak-anak pada umumnya, lebih dewasa dan complicated gitu. Dan sayangnya, hal ini bikin aku ngerasa bored dan stuck di beberapa halaman. Karena menurut aku, ada pembahasan yang kurang penting, tapi tetap diceritain dengan sangat detail dan berbelit-belit. Jadi capek aja gitu bacanya :')

Tapi jangan khawatir, gak melulu membahas topik berat, penulis juga menyisipkan beberapa humor dan candaan di dalamny, kok. Ya walaupun agak 'sarkastik' dan dark juga, sih.. tapi tetap nyaman untuk dinikmati.

Ada banyak pesan dan hal baik yang bisa kita petik waktu menyantap buku ini. Seperti pencarian jati diri, penyembuhan trauma, pengambilan keputusan dan tanggung jawab, hingga pentingnya peran orang tua dalam sebuah keluarga. Jujur, aku kagum dan salut banget sama si anak laki-laki karena sampai akhir pun, dia gak pernah menyalahkan adik tirinya karena udah nunjuk dia sebagai pelaku atas tindak kejahatan yang sama sekali bukan kesalahannya, tapi kelakuan bejat dari ayahnya sendiri :(

Lewat buku ini, aku kembali disadarkan bahwa rasa sakit dan trauma yang kita terima itu bisa datang dari siapa saja dan bisa dari orang yang tidak pernah disangka-sangka sebelumnya, bahkan orang terdekat kita sekalipun. Dan, luka paling besar yang dialami oleh anak-anak itu bisa berasal dari dalam rumahnya sendiri.

Overall, aku puas dengan keseluruhan ceritanya, terutama dua bab terakhirnya. Karena penulis membuat dua kemungkinan, yakni kemungkinan terburuk tapi gak sepenuhnya buruk alias paling realistis, dan satu lagi kemungkinan paling super duper membahagiakan--setidaknya untuk kehidupan si anak laki-laki yang bisa kembali bertemu dengan toko roti itu. What a perfect ending kalo kata aku mah. So, kalian jangan lupa baca bukunya juga, ya!

Jumat, 07 Agustus 2026

[Review Novel] Il Tiramisu karya Dy Lunaly

 

Judul : Il Tiramisu
Penulis : Dy Lunaly
Penerbit : Bentang Pustaka
Jumlah Halaman : 334
Tahun Terbit : 2016

Rate : 4/5!
App : iPusnas

BLURB : Gytha terpaksa menerima tawaran kerja sebagai host chef di salah satu acara televisi. Ia memenuhi utang budi kepada teman lama meski sebenarnya tidak yakin bisa melakukannya. Ditambah lagi Gytha tidak sendiri. Executive Chef di Olive Garden itu akan menjadi host bersama Wisnu, seorang penyanyi yang sedang naik daun.

Meski rupawan dan mutlak digandrungi para wanita, pria itu memberikan kesan pertama yang buruk kepada Gytha. Wisnu Kanigara, tidak lebih dari seorang selebritas yang angkuh dan menyebalkan. Lebih menyebalkan lagi karena mereka harus sering bersama dan terlihat akrab.

Sejak itu, kehidupan Gytha tidak lagi tenang. Ia menjadi incaran media gosip Tanah Air yang haus berita akan kedekatannya dengan Wisnu. Media terus berusaha mengorek apa pun tentangnya. Sampai-sampai hal yang dirahasiakan Gytha, tentang masa lalu kelamnya, berhasil diungkap media. Gytha sungguh menyesali keputusannya mengambil pekerjaan ini. Ia menyesal mengenal Wisnu. Ia juga menyesal telah terjebak dalam rasa yang tak seharusnya ia simpan untuk pria itu.

REVIEW :
 "Tiramisu itu manis, tapi juga ada rasa pahitnya. Sama kayak hidup."-Gytha, hlm. 220

Yuhuu kembali menyoret salah satu wish list bacaan dari lamaaa >-< gak tau kenapa, selalu suka sama semua cerita yang bertema tentang makanan hihi rasanya kek happy aja gitu bacanya, sambil ngebayangin hidangannya 😋

Il Tiramisu ini jadi buku kedua Yummy-Lit Series yang berhasil aku baca setelah Heartwarming Chocolate, dan masih ada sisa 4 buku lagi. Hal pertama yang paling aku sukai dari novel ini adalah plot twist yang ada di dalamnya. Selama baca, bener-bener dibikin terkejut beberapa kali! Di bagian awal memang jujur sempat kebingungan, kek yang hah heh hoh karena disuguhi sama banyaknya istilah dan nama makanan dalam bahasa Italia, yang masih belum familiar di otakku. Tapi setelah bisa masuk dan memahami alur ceritanya, malah makin gak bisa berhenti buat baca sampe akhir haha

Aku nyelesein buku ini kurang dari setengah hari, dan jujur aja puas bangett sama endingnya! :3
Alur ceritanya menggunakan kilas balik, tapi di awal dan akhir cerita menggunakan alur maju--saat ini. Memakai sudut pandang orang ketiga dan pertama--Gytha.

"Nggak ada hidup yang mulus dan gampang karena perjuangan itu satu-satunya bukti bahwa kita hidup."-Ayah Gytha, hlm. 95

Cerita ini bermula ketika Gytha Syareefa Thaheer (Gytha), seorang executive chef di restoran fine dining Italia terbaik di Jakarta ditawari oleh teman SMP nya, Diandra (Aya) untuk menjadi host chef di salah satu acara TV yang berjudul "Everybody Can Be a Chef." Awalnya ia sempat ragu untuk mengambil tawaran itu, sebab ini kali pertamanya akan memasak di hadapan banyak orang, terlebih disorot kamera. Tapi karena tidak ingin memiliki utang budi pada siapapun, dengan terpaksa ia mengambil job tersebut. Dengan menanamkan dalam hati, bahwa honor yang akan dirinya terima bisa menjadi tambahan untuk menggapai impiannya--memiliki restoran sendiri.

Hal yang awalnya ia harap akan berjalan lancar seketika runtuh saat Gytha mengetahui bahwa akan ada seorang partner yang menemaninya selama syuting. Wisnu Kanigara, seorang musisi yang sedang naik daun dan menjadi sorotan banyak media itu lah yang akan menjadi co-host dari acara tersebut. Kesan pertama dari pertemuan mereka tidak terlalu baik, dan hal itu memunculkan prasangka buruk bagi satu sama lain. Namun, ketika satu per satu fakta mengejutkan dari Wisnu mulai ia ketahui, Gytha semakin penasaran dengan kehidupan asli di balik sosok Wisnu itu sebenarnya seperti apa. Dan tanpa wanita itu sadari, Wisnu sudah lebih dulu memperhatikan dan mempunyai ketertarikna padanya sejak pertama kali mereka bertemu.

Sejak Wisnu mulai menelfon Gytha setiap malam di waktu yang sama, hubungan keduanya semakin membaik, bahkan wartawan pun mulai mencium kedekangan mereka dan mulai mencari segala informasi tentang latar belakang keluarga Gytha. Sialnya, rahasia kelam yang seumur hidup selalu Gytha sembunyikan, terkuak begitu saja di hadapan awak media. Hal ini menimbulkan keraguan untuk gadis itu, pasalnya tidak hanya dirinya yang terkena imbas tetapi juga Nakhla, anak lelaki satu-satunya yang ia miliki, yang bahkan belum berumur 4 tahun juga turut mendapatkan perlakuan buruk. Jadi, demi melindungi Bambi-nya, Gytha mengambil keputusan berat, yang berimbas pada hubungan antara dirinya dengan Wisnu. Lelaki itu juga sama dengannya, demi melindungi Gytha, ia harus merelakan hubungannya dengan gadis yang dicintainya itu.

"Hidup kalau nggak ada tantangannya nggak bakalan berkembang."-Ernest, hlm. 92
 Ada beberapa hal yang bikin aku suka sama buku ini; (1) Nama-nama hidangan berbahasa Italia beserta ilustrasinya yang disajikan di setiap awal pembukaan bab, (2) Interaksi antara Gytha dengan Ernest--sahabatnya melalui surel (3) Keluarga Wisnu, terutama kedekatannya dengan Lala, adiknya (4) Persahabatan antara Gytha dengan Arianne/Nene dan juga David-tunangan Nene (5) Semua perlakuan manis yang dilakukan Jendra a.k.a Wisnu kepada Gytha (6) Minim typo (7) Kedekatan Wisnu dengan Nakhla, serius ini gemas banget!

Jujur aja ini masuk salah satu buku page turner menurut aku. Karena sekali baca langsung dibikin penasaran terus sama lanjutan ceritanya. Aku juga kagum dan salut banget sama perjuangan Gytha dan Wisnu dalam menjalani kehidupan. Mempunyai latar belakang keluarga yang sama-sama kurang beruntung, tidak lantas membuat keduanya berkecil hati. Malah sebaliknya, dengan sekuat tenaga dan usaha yang mereka punya, keduanya menerjang semua badai dan tetap berdiri untuk bisa terus melindungi mimpi, diri sendiri dan orang yang mereka sayangi.

Meskipun dengan luka dan trauma yang berbeda, keduanya sama-sama mau bertahan. Mau berjuang, berusaha sembuh dan mengusahakan berbagai cara untuk bisa berdiri di kaki mereka sendiri. Selain menyajikan kisah romantis yang penuh kehangatan, buku ini juga menyisipkan banyak pesan kehidupan di dalamnya. Cara penyampaian narasinya juga sederhana tapi tetap detail, jadi gak bosen waktu menikmati ceritanya. Overall, aku menyukai keseluruhan isi ceritanya, pun cover bukunya juga manis banget, sesuai sama yang ada di dalamnya. Pokoknya kalian wajib baca juga, sih!

Kamis, 06 Agustus 2026

Review Novel Azzamine karya Shopie Aulia

 

Judul: Azzamine
Penulis: Sophie Aulia
Penerbit: Bukune
Jumlah Halaman: 368
Tahun Terbit: 2022
Rate: 3/5!
App: iPusnas

BLURB: “Kalau saya sudah sayang sama kamu, angka-angka yang besar nggak akan bisa menggambarkan rasa sayang saya ke kamu, Jasmine.”

“Terus digambarin pake apa?”

“Sepertiga.”

“Cuma sepertiga?”

“Iya, saya akan selalu langitkan namamu di sepertiga malam saya, Jasmine.”


Raden Azzam Al-Baihaqi datang secara tiba-tiba di hidup Haura Jasmine lewat sebuah perjodohan. Jasmine yang tidak siap dengan perjodohan ini pun meminta Azzam untuk mundur. Bukan karena tidak suka, melainkan Jasmine si pemalas ini merasa tidak pantas bersanding dengan Azzam yang selalu membawa keteduhan di tingkah laku dan tutur katanya.

Jasmine terus menghindar, tetapi Azzam dengan kelembutannya selalu membuat Jasmine meleleh. Semakin ia menjauh, Azzam justru semakin terngiang di dalam pikiran Jasmine. Di sisi lain, Jasmine masih bersama Deka, kekasih yang begitu menyayanginya selama empat tahun terakhir.

Jasmine pun harus segera menentukan pilihan hatinya. Azzam atau Deka. Apakah keputusannya akan mendatangkan bahagia atau luka yang bertahan lama?

REVIEW: Yeayyy! Akhirnya bisa ngereview versi bukunya >v<
Sejak ngikutin AU-nya a.k.a alternative universe nya pas masih on going di twitter dulu, aku cukup excited banget sama cerita versi lengkap di bukunya. Jujurly aku tertarik sama cerita ini karena aku sadar ini au beda dari kebanyakan cerita lainnya. Yap, memasukkan unsur religius dan bahasanya semi formal, jadi aku makin penasaran sama ending yang disajikan di versi bukunya. Terlebih novel ini sempat booming banget di kalangan K-Popers waktu itu, dan kalo gak salah ingat sempat ada problem juga (?)  Aku rasa, novel Azzamine ini sama terkenalnya kayak cerita Dear J yang ada di wattpad, pun keduanya ini sama-sama pake face claim NCT Na Jaemin. Bedanya, yang Dear J terbit secara self publish. Btw cerita Azzamine ini juga udah diangkat jadi film layar lebar. Tapi sampai sekarang, aku masih belum nonton filmnya karena takut kalo gak sesuai sama ekspektasiku hehe 

Bercerita tentang Haura Jasmine, seorang wanita semester akhir yang dijodohkan oleh Farhan, ayahnya dengan Raden Azzam Al-Baihaqi, seorang santri lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo. Tidak hanya karena kepribadian yang sangat bertolak belakang, Jasmine menolak perjodohan itu beberapa kali karena dirinya masih memiliki kekasih. Bahkan, ia juga berkali-kali membujuk Azzam untuk membatalkan perjodohan tersebut. Walaupun hubungannya dengan Deka ditentang keras oleh orangtua Jasmine, namun keduanya masih sama-sama mempunyai perasaan sayang satu sama lain. Dan Azzam awalnya tidak mempermasalahkan hal itu, karena ia selalu mempercayai takdir yang sudah ditetapkan untuknya.

Memiliki latar belakang yang hampir sempurnya, Jasmine merasa dirinya tidak layak bersanding dengan Azzam. Namun, berkat semua perhatian dan kasih sayang yang Azzam perlihatkan dan berikan kepadanya, Jasmine mulai goyah. Dengan segala kebimbangan dan rasa frustasi yang mendalam, akhinya Jasmine memilih untuk belajar melepaskan serta merelakan Deka dan mulai menerima Azzam sebagai calon suaminya.

Jujur aja aku suka banget sama pesan dan nilai-nilai religi yang tersampaikan dengan baik. Tapi, ada juga hal-hal yang menurutku seharusnya bisa digali dan dikembangkan dengan lebih matang lagi, terutama karakter Jasmine. Aku rasa karakter dia yang dimunculin di versi bukunya itu malah kurang menonjol. Kek, dia ini kan digambarkan sebagai gadis yang tomboi, pemalas, pacaran dan suka misuh-misuh. Tapi menurutku pribadi tuh, semua karakter yang melekat di dirinya itu masih di batas normal, layaknya remaja pada umumnya, terlebih Jasmine ini kan masih di umur 20an awal. Jadi, kek yang you know what I mean? Dan menurutku pribadi malah gak ada perilaku yang mencerminkan kalo Jasmine ini wanita yang 'tomboi', paham gak? Kesemua karakteristik yang dia miliki masih aman, itu sih yang paling aku sayangkan disini.

Peran dari ibunya Jasmine juga kurang menurutku, lebih dominan ayahnya. Bahkan orang tua Azzam juga minim banget, malah lebih sering ke adik-adiknya, yang dominan menyokong genre komedi di dalamnya, pun mendukung dan menonjolkan kepribadian dari sosok Azzam itu sendiri--kakak yang baik, dewasa, alim, dermawan, pokoknya dia ini bener-bener digambarin sebagai cowok green flag yang sesungguhnya. Tapi mungkin karena secara garis besar cerita ini dititik beratkan sama perkembangan hubungan antara Azzam dan Jasmine aja, jadi peran dari yang lain gak terlalu ditonjolin? Idk. Tapi menurutku, akan lebih sempurna seandainya orangtua kedua belah pihak lebih berperan. Dan, oh! Aku pikir versi bukunya akan menceritakan tentang akademiknya Jasmine juga tapi ternyata gak ada.. sedih banget jujur :(

Secara keeseluruhan sih, aku suka sama ceritanya dan cukup puas juga sama ending yang ada. Covernya cantik, alurnya campuran tapi gak terlalu cepat ataupun lambat. Terus detail narasinya juga oke banget. Pesan moral dan islaminya gak menggurui, nyatu banget sama kisahnya. Untuk konflik dan penyelesaiannya juga oke aja, gak terlalu berat, atau malah cukup klise(?) Layaknya cerita romance dan masalah keluarga, gak jauh dari perselingkuhan dan kesalahpahaman. Jadi secara garis besar, yang paling bikin aku jatuh cinta sama novel Azzamine itu kepribadian Azzam. Semua yang ada di dirinya dia tuh aku suka banget. Pokoknya kalian jangan lupa baca ceritanya juga, ya!

Rabu, 05 Agustus 2026

Resensi Buku: The Star and I karya Ilana Tan

 

Judul: The Star and I
Penulis: Ilana Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal Halaman: 344
Tahun Terbit: 2021

Rate: 3/5!
App: iPusnas

BLURB: "Kulihat dunia dalam matamu dan masa depan dalam senyummu..."
Sejak kecil, Olivia Mitchell ingin tahu siapa orangtua kandungnya. Jadi, ketika ia mendapat kesempatan bekerja di New York, ia pun menyambarnya tanpa ragu. Namun, mencari seseorang tanpa nama di kota sebesar New York adalah sesuatu yang mustahil. Kini kontrak kerja Olivia akan segera berakhir, dan Olivia menolak pulang ke Inggris sebelum berhasil melacak keberadaan orangtua kandungnya. Itu berarti ia harus segera mencari pekerjaan baru supaya ia bisa tetap tinggal di New York. Seolah-olah semua itu belum cukup memusingkan, Olivia mendadak bertemu kembali dengan Rex Rankin--sahabat masa kecilnya, sekaligus cinta pertamanya yang gagal--yang muncul untuk menawarkan bantuan.

REVIEW: Finally, setelah sekian purnama pengin baca buku ini, sekarang kesampaian juga. The Star and I ini merupakan buku kedua dari Kak Ilana Tan yang berhasil aku baca, setelah In A Blue Moon. Sebetulnya kedua buku ini tuh masuk dalam trilogi New York, yang satunya berjudul Sunshine Becomes You dan udah diangkat juga jadi film layar lebar, tapi aku belum baca maupun menonton filmnya hehe.

Awalnya aku tertarik banget baca buku ini karena covernya yang sangat menarik--cute and pretty, kek buku sebelumnya. Aku juga udah menebak kalo ceritanya pasti bakal enjoyable untuk bacaan di waktu senggang dan ternyata dugaanku memang bener. Walaupun ada tiga ratusan halaman, aku gak butuh waktu lama buat namatin buku ini. Karena pertama, alur ceritanya mudah ditebak. Kedua, menurutku pribadi konflik yang diangkat gak terlalu berat, kek let it flow aja gitu. Terus ketiga, narasinya lebih banyak daripada dialognya, like 60 banding 40, maybe (?)

Mungkin karena buku ini masuk kategori sastra, jadi lebih banyak dijelaskan di narasinya? Idk. Tapi aku tetap suka sama penjelasan yang sangat detail kek gitu, rasanya kayak bisa ngeliat dan ngerasain suasana New York secara langsung, apalagi latar waktunya pas Desember alias winter. Kek, wah.. ini mah, double combo soalnya that's my favorite season!

Diceritakan menggunakan sudut pandang orang ketiga, Olivia Mitchell (Ollie) adalah seorang aktor teater musikal dari Inggris yang sedang mendapat job di Broadway, New York. Awalnya ia berpikir, setelah bekerja di New York, peluang dirinya berhasil menemukan orangtua kandungnya akan semakin besar. Namun, hal itu ternyata tidak semulus yang ia rencanakan. Padahal dirinya sudah meminta bantuan pada detektif lokal, tapi pencarian itu tetap tidak membuahkan hasil apapun.

Hingga suatu hari, ketika dirinya reuni kecil-kecilan alias makan siang dengan Abigail dan Adam--teman di kampung halamannya, Glasgow, Skotlandia. Dirinya kembali bertemu dengan Lawrence Rex Rankin (Rex), tetangga, satu-satunya sahabat semasa kecilnya sekaligus cinta pertamanya yang pernah gagal. Setelah sembilan tahun terpisah dan tidak berkontak apapun, Rex datang menawarkan sebuah bantuan kepada Ollie. Melalui Robert Ramford, detektif orang hilang yang di pekerjakan oleh Rex, mereka bersama-sama menggali semua informasi mengenai Marilyn, yang digadang sebagai orangtua kandung Ollie.

Mulai dari pencarian orang-orang yang pernah bekerja di panti asuhan tempat Ollie kecil pertama kali ditemukan, hingga fakta menyedihkan yang harus Ollie terima ketika berhasil menemukan ibu kandungnya, seluruh kisahnya dikemas dengan rapi, klise, dan sederhana dengan detail yang sangat jelas. Jadi, meskipun sudah bisa menebak endingnya akan seperti apa, aku tetap bisa merasakan emosi yang Ollie alami.

Ada beberapa hal yang aku suka dan kurang suka dari buku ini, diantaranya:
  1. Dari blurnya udah bisa ketebak keseluruhan isi ceritanya kek gimana, but cover bukunya tetap cantikkk abis!
  2. Ada terlalu banyak tokoh pembantu yang kurang berperan penting, tapi dari mereka yang kurang berperan penting itu, aku jadi bisa lebih tau mengenai dunia teater.
  3. Alur ceritanya klise dan endingnya mudah ketebak, tapi kisahnya tetap bisa dinikmati.
  4. Percakapannya lebih sedikit ketimbang narasi (ini mungkin akan membuat sebagian besar pembaca ngerasa bored), tapi narasinya ini lah yang bikin aku jatuh cinta sama tulisan kak Ilana karena detail tempat, suasana, dllnya tuh nge-detail bangett jadi bikin betah bacanya.
  5. Sejujurnya, chemistry antar tokoh utamanya tuh kurang ngena, tapi karena aku tim yang suka sama kisah romance yang adegan romantisnya tipis-tipis kek gitu, hal ini bukan menjadi masalah besar buatku.
  6. Ini paling bikin aku keganggu selama baca--alur/pergantian tempat. Kek misal, kalimat terakhir paragraf atas masih dijelasin di toko ini terus tiba-tiba kalimat awal paragraf bawahnya tuh mereka udah pindah di tempat lain. Aku ngerasa penjelasannya tuh terlalu mendadak, kesannya kek langsung loncat gitu aja. Dan hal ini ada di beberapa bab, jadi buatku pribadi hal ini bikin bingung waktu baca.
  7. Aku suka plot twist dan penyelesaian konflik yang realistis, yang disajikan di beberapa bab terakhir cerita, terutama fakta mengenai Nicholas Li (Nic) dan Kate, ibu kandung Ollie.
Dari awal baca buku ini tuh, aku selalu penasaran sama makna dari The Star and I itu sendiri, dan ternyata itu merupakan judul dari teater musikal tempat Rex bekerja. Dan salah satu lagu ciptaannya yang terkenal di musikal itu adalah Life Is You, yang Rex tulis untuk Ollie.. ini adalah salah satu dari romance tipis yang aku suka dari buku ini. Last, overall buku ini masih cocok buat bacaan di waktu luang. Tapi kalo boleh aku saranin, jangan terlalu menaruh harapan besar untuk buku ini, ya. Just enjoy aja waktu bacanya. Okk, aku rasa cukup sampai disini aja reviewnya, kalian jangan lupa baca juga, yah! >v<

Selasa, 04 Agustus 2026

Review Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati: Maybe life is worth living again

 


Judul: Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Penulis: Brian Khrisna
Penerbit: Gramedia Widiasarana
Tebal: 217 halaman
Tahun Terbit: 2025

Rate: 4/5!
App: iPusnas

Blurb: Seperti malam-malam lain, aku pulang selepas lembur. Orang-orang di kantor yang sudah menikah, mereka akan pulang ke keluarganya masing-masing. Sementara aku yang tidak punya siapa-siapa ini, sekarang masih duduk sndirian di parkiran mobil yang sudah lengang, bersama sebotol bir, rokok murah, dan sepotong kue ulang tahunku sendiri yang kubeli dari toko manisan dekat kantor.

Aku takut kalau ternyata selama ini aku tidak pernah berhasil menjalani hidup seperti sebagaimana seharusnya. Di kepalaku sekarang, pertanyaan ini semakin lama semakin membesar. "Pantaskah hidup ini kulanjutkan?"

Aku berdiri menatap ke langit malam.
Kini tekadku sudah bulat.
Aku akan bunuh diri 24 jam dari sekarang.

Review: ⚠17+ (akan ada cukup banyak bahasa & adegan kasar + triggering di dalamnya. jadi,  please be aware. baca buku ini pas emosi kalian lagi stabil aja, ya!) 

Satu kata buat buku ini; Gelap. Sejujurnya, first impression aku pas liat cover dari bukunya aja tuh, udah ngerasa "janggal." Dan selama aku baca beberapa ulasan dari temen-temen bookstagram, ternyata hal itu bener. Jadi, karena udah terlalu penasaran sama isi lengkap ceritanya, aku mutusin buat baca bukunya di iPusnas.

Alur ceritnya campuran tapi dominan maju, dan pengembangan karakternya juga cukup signifikan. Hal ini bisa dilihat dari setiap loncatan kisah yang udah Ale alami. Beberapa kali aku nangis sesenggukan karena ada pemikiran Ale yang masih sering aku alami juga sampe saat ini. Ada begitu banyak adegan yang terlihat sepele tapi justru sanggup menghangatkan hati. Ada begitu banyak pesan moral yang bisa kita dapati. Walaupun beberapa kali ke-triger sama adegan di dalamnya, aku tetep bisa ngelanjutin baca sampe akhir karena berkat masing-masing kisah dari semua orang yang ada di dalamnya itu, aku jadi ngerasa gak sendirian hehe

Butuh dua hari buat aku nuntasin buku ini, karena ada beberapa bagian yang perlu aku baca ulang beberapa kali untuk bisa memahaminya. Salah satunya kehidupan Ale waktu di dalam penjara, di perkampungan kumuh dekat kereta pas bareng Murad dan waktu dia dateng ke kelap malam. Disitu aku perlu waktu ekstra untuk memahami kalimat, situasi, dan lokasi yang digambarkan. Karena jujur aja, masih ada banyak tempat dan  istilah baru yang belum pernah aku tau sebelumnya. But dari situ juga lah aku mulai mempelajari hal-hal baru lagi.

Ada beberapa quote favoritku dari buku ini, diantaranya:
  • Aku ingin mati, tapi ingin mie ayam juga.
  • Maybe life is worth living again.
  • Terkadang, orang gila memang harus melakukan hal-hal gila.
  • Demi menyelamatkan kita dari jalan yang salah, terkadang Tuhan akan mematahkan kita sepatah-patahnya.
  • Di kota ini, mayat saja masih bisa menerima caci maki dari manusia yang masih hidup. Sudah tidak bernyawa saja masih tetap dicemooh.
  • Meminta orang depresi untuk melihat hikmah itu sama seperti menyuruh orang buta untuk melihat matahari.
  • Lucunya, justru di tempat paling tidak manusiawi ini, untuk pertama kalinya aku merasa dimanusiakan.
  • Aku hanya pemeran pembantu, bahkan dicerita kehidupanku sendiri.
  • "Kita terlalu ringkih untuk bisa mengerti bagaimana cara takdir Tuhan bekerja."-Pak Uju
  • "Kalo belum bisa ngidupin diri sendiri, jangan matiin masa depan perempuan."-Mami Louisse
  • "Di dunia ini, yang mabuk itu tidak selalu berarti dia orang jahat, dan yang berdoa itu belum tentu dia orang baik"-Juleha, hlm. 104
  • "Setiap manusia seharusnya tidak perlu meminta orang lain untuk mencintainya atau bahkan sampai memohon agar dicintai. Sebab, dihadapan orang yang tepat, lo gak perlu memohon apa-apa."-Mami Louisse, hlm. 108
  • Sekali-sekali, kita perlu menikmati apa yang sedang terjadi dan terus percaya bahwa pada akhirnya semua akan membaik.

Diceritakan menggunakan sudut pandang orang pertama, "aku", Kak Brian berhasil bikin pembacanya turut luruh merasakan apa yang lagi dirasain dan dipikirin Ale. Lelaki 37 tahun yang selalu menyecap pahitnya hidup. Mulai dari penghinaan, pengabaian hingga penghakiman dari orang-orang terdekatnya, bahkan orang tuanya--terutama ibunya sendiri pun milih buat gak peduli. Dan ternyata, dari dalam rumahnya lah semua trauma Ale bermula.

Menjadi karyawan tetap selama 10 tahun di kantor tempatnya bekerja juga tidak serta merta membuat Ale memiliki teman. Dengan berat badan 137kg, kulit gelap, mudah keringetan, dan bau badan yang menyengat membuat dirinya lebih sering terkucilkan dan tidak dianggap oleh rekan kerjanya. Namun, hal itu ternyata sudah terlalu sering dia alami sejak kecil, sehingga Ale tumbuh menjadi sosok yang selalu menyimpan emosi, mudah minder, tidak berharga, selalu merasa gagal, hingga puncaknya ketika dirinya mengidap depresi.

Karena sudah merasa terlalu lelah buat bertahan, Ale pun mumutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Dengan menghitung 24 jam kedepan, Ale berencana akan bun*h diri di apartemen miliknya dengan menelan semua obat anti depresan terakhir yang ia punya. Awalnya, semua rencana yang ia susun untuk mengakhiri hidup terlihat sangat sempurna, hingga pemikiran untuk melakukan hal-hal sederhana yang belum pernah dirinya lakukan sebelumnya terlintas di benaknya, salah satunya adalah menyantap mie ayam favoritnya di dekat kantor tempat ia bekerja. Tapi naas, di beberapa jam terakhir sebelum rencananya terlaksana, Ale mendapati warung mie ayam itu tutup, penjualnya meninggal dunia. Dan dari sini lah titik balik kehidupan Ale dimulai.

Jujur aja, selama baca kisahnya, aku ngerasa ikut masuk ke dalam buku dan ngeliat langsung apa yang lagi dialami sama Ale. Mulai dari bertemu dengan anak si penjual mie ayam, sampai ketemu Murad si bandar narkoba di penjara, Mami Louisse dan Juleha yang kerja di sebuah diskotik, diselamatkan Ipul si OB di kantor tempatnya kerja, ketemu ibu Murni sosok ibu yang selama ini ia harapkan dari ibu kandungnya, bertemu kembali sama pak Uju si pemilik warung layangan yang tanpa sengaja pernah ia selamatkan, hingga pak Jipren si pengemis tunanetra yang tidak sengaja ia temui di jembatan saat perjalanan pulang. Kesemuanya dikemas dengan rapi, sederhana, nyata sekaligus gelap secara bersamaan.

Setelah perjalanan selama kurang lebih tiga mingguan dan bertemu dengan berbagai manusia dengan segala kisah hidupnya masing-masing itu lah, Ale mulai mendapatkan semangat hidupnya kembali. Dari seporsi mie ayam, Ia mulai menyadari bahwa ternyata selama ini ada begitu banyak hal yang luput dari pandangannya. Dalam perjalanan panjang dan cukup tidak masuk akal itu, Ale mulai menyadari tentang artinya kehidupan. Tentang penerimaan dan bertahan. Penerimaan tentang baik dan buruknya kehidupan. Menerima yang bukan berarti memilih menyerah. Hingga pada akhirnya, ia memilih untuk sekali lagi ingin kembali merasa hidup. 

Menurutku pribadi, sebetulnya masih ada beberapa hal yang bisa dikembangin, karena rasanya kek ngambang aja gitu. Contohnya, gimana kelanjutan adiknya Murad yang pengin kerja sekantor sama Ale itu? Terus, kenapa Murad mutusin buat gak nyari Ale lagi? (aku udah ada firasat Ale bakal pergi karena Juleha dan Mami Louisse beberapa kali notice soal kalo ada kesempatan, Ale harus kabur. jadi gak terlalu kaget waktu dia ngikut ipul) Dan endingnya itu, sebetulnya aku masih bingung jujurly. Di akhir cerita itu, jadinya Ale resign kerja atau ambil cuti sehari lagi untuk napak tilas yang terakhir kali? Aku masih bingung..

BUT Overall, seluruh ceritanya worth it banget buat dibaca dan diikuti. Kalian harus baca buku ini juga karena bener-bener se-deep itu tapi perlu diingat juga, buku ini juga bisa jadi trigger buat kalian yang lagi gak baik-baik aja, jadi jangan memaksakan diri buat baca, ya. Emm, sebenernya masih ada banyak hal yang masih ingin aku sampaikan sebetulnya, tapi aku gak cukup sanggup untuk nulis semuanya disini. Rasanya kayak, seisi bukunya itu "daging" semua.

Selalu ada pesan dan pembelajaran yang bisa kita petik di dalamnya, karena kisahnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Waktu menyantap bacaannya, aku juga merasa sedikit kuwalahan menghadapi berbagai pikiran gelap dan rumit yang selalu Ale rasain. Meskipun gitu, aku jadi ikut belajar dan tersadar kalo ternyata, di luar sana itu masih ada banyakkk banget kehidupan yang sama beratnya kayak yang lagi kita jalani saat ini, atau bahkan mungkin lebih berat dari problem yang lagi kita pikul sekarang ini.

Last but not least, please hidup lebih lama lagi, ya? Tolong jangan menyerah dulu, karena masih akan ada banyak hal menyenangkan yang bisa kita lakukan di masa mendatang, salah satunya makan mie ayam! Jadi, stay alive ya, semua!! ;D

  Judul: Malioboro at Midnight Penulis: Skysphire Penerbit: Bukune Jumlah Halaman: 436 Tahun Terbit: 2023 Rate: 3.5/5! App: iPusnas BLURB:  ...