Judul: Azzamine
Penulis: Sophie Aulia
Penerbit: Bukune
Jumlah Halaman: 368
Tahun Terbit: 2022
Rate: 3/5!
App: iPusnas
BLURB: “Kalau saya sudah sayang sama kamu, angka-angka yang besar nggak akan bisa menggambarkan rasa sayang saya ke kamu, Jasmine.”
“Terus digambarin pake apa?”
“Sepertiga.”
“Cuma sepertiga?”
“Iya, saya akan selalu langitkan namamu di sepertiga malam saya, Jasmine.”
Raden Azzam Al-Baihaqi datang secara tiba-tiba di hidup Haura Jasmine lewat sebuah perjodohan. Jasmine yang tidak siap dengan perjodohan ini pun meminta Azzam untuk mundur. Bukan karena tidak suka, melainkan Jasmine si pemalas ini merasa tidak pantas bersanding dengan Azzam yang selalu membawa keteduhan di tingkah laku dan tutur katanya.
Jasmine terus menghindar, tetapi Azzam dengan kelembutannya selalu membuat Jasmine meleleh. Semakin ia menjauh, Azzam justru semakin terngiang di dalam pikiran Jasmine. Di sisi lain, Jasmine masih bersama Deka, kekasih yang begitu menyayanginya selama empat tahun terakhir.
Jasmine pun harus segera menentukan pilihan hatinya. Azzam atau Deka. Apakah keputusannya akan mendatangkan bahagia atau luka yang bertahan lama?
REVIEW: Yeayyy! Akhirnya bisa ngereview versi bukunya >v<
Sejak ngikutin AU-nya a.k.a alternative universe nya pas masih on going di twitter dulu, aku cukup excited banget sama cerita versi lengkap di bukunya. Jujurly aku tertarik sama cerita ini karena aku sadar ini au beda dari kebanyakan cerita lainnya. Yap, memasukkan unsur religius dan bahasanya semi formal, jadi aku makin penasaran sama ending yang disajikan di versi bukunya. Terlebih novel ini sempat booming banget di kalangan K-Popers waktu itu, dan kalo gak salah ingat sempat ada problem juga (?) Aku rasa, novel Azzamine ini sama terkenalnya kayak cerita Dear J yang ada di wattpad, pun keduanya ini sama-sama pake face claim NCT Na Jaemin. Bedanya, yang Dear J terbit secara self publish. Btw cerita Azzamine ini juga udah diangkat jadi film layar lebar. Tapi sampai sekarang, aku masih belum nonton filmnya karena takut kalo gak sesuai sama ekspektasiku hehe
Bercerita tentang Haura Jasmine, seorang wanita semester akhir yang dijodohkan oleh Farhan, ayahnya dengan Raden Azzam Al-Baihaqi, seorang santri lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo. Tidak hanya karena kepribadian yang sangat bertolak belakang, Jasmine menolak perjodohan itu beberapa kali karena dirinya masih memiliki kekasih. Bahkan, ia juga berkali-kali membujuk Azzam untuk membatalkan perjodohan tersebut. Walaupun hubungannya dengan Deka ditentang keras oleh orangtua Jasmine, namun keduanya masih sama-sama mempunyai perasaan sayang satu sama lain. Dan Azzam awalnya tidak mempermasalahkan hal itu, karena ia selalu mempercayai takdir yang sudah ditetapkan untuknya.
Memiliki latar belakang yang hampir sempurnya, Jasmine merasa dirinya tidak layak bersanding dengan Azzam. Namun, berkat semua perhatian dan kasih sayang yang Azzam perlihatkan dan berikan kepadanya, Jasmine mulai goyah. Dengan segala kebimbangan dan rasa frustasi yang mendalam, akhinya Jasmine memilih untuk belajar melepaskan serta merelakan Deka dan mulai menerima Azzam sebagai calon suaminya.
Jujur aja aku suka banget sama pesan dan nilai-nilai religi yang tersampaikan dengan baik. Tapi, ada juga hal-hal yang menurutku seharusnya bisa digali dan dikembangkan dengan lebih matang lagi, terutama karakter Jasmine. Aku rasa karakter dia yang dimunculin di versi bukunya itu malah kurang menonjol. Kek, dia ini kan digambarkan sebagai gadis yang tomboi, pemalas, pacaran dan suka misuh-misuh. Tapi menurutku pribadi tuh, semua karakter yang melekat di dirinya itu masih di batas normal, layaknya remaja pada umumnya, terlebih Jasmine ini kan masih di umur 20an awal. Jadi, kek yang you know what I mean? Dan menurutku pribadi malah gak ada perilaku yang mencerminkan kalo Jasmine ini wanita yang 'tomboi', paham gak? Kesemua karakteristik yang dia miliki masih aman, itu sih yang paling aku sayangkan disini.
Peran dari ibunya Jasmine juga kurang menurutku, lebih dominan ayahnya. Bahkan orang tua Azzam juga minim banget, malah lebih sering ke adik-adiknya, yang dominan menyokong genre komedi di dalamnya, pun mendukung dan menonjolkan kepribadian dari sosok Azzam itu sendiri--kakak yang baik, dewasa, alim, dermawan, pokoknya dia ini bener-bener digambarin sebagai cowok green flag yang sesungguhnya. Tapi mungkin karena secara garis besar cerita ini dititik beratkan sama perkembangan hubungan antara Azzam dan Jasmine aja, jadi peran dari yang lain gak terlalu ditonjolin? Idk. Tapi menurutku, akan lebih sempurna seandainya orangtua kedua belah pihak lebih berperan. Dan, oh! Aku pikir versi bukunya akan menceritakan tentang akademiknya Jasmine juga tapi ternyata gak ada.. sedih banget jujur :(
Secara keeseluruhan sih, aku suka sama ceritanya dan cukup puas juga sama ending yang ada. Covernya cantik, alurnya campuran tapi gak terlalu cepat ataupun lambat. Terus detail narasinya juga oke banget. Pesan moral dan islaminya gak menggurui, nyatu banget sama kisahnya. Untuk konflik dan penyelesaiannya juga oke aja, gak terlalu berat, atau malah cukup klise(?) Layaknya cerita romance dan masalah keluarga, gak jauh dari perselingkuhan dan kesalahpahaman. Jadi secara garis besar, yang paling bikin aku jatuh cinta sama novel Azzamine itu kepribadian Azzam. Semua yang ada di dirinya dia tuh aku suka banget. Pokoknya kalian jangan lupa baca ceritanya juga, ya!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar