Rabu, 05 Agustus 2026

Resensi Buku: The Star and I karya Ilana Tan

 

Judul: The Star and I
Penulis: Ilana Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal Halaman: 344
Tahun Terbit: 2021

Rate: 3/5!
App: iPusnas

BLURB: "Kulihat dunia dalam matamu dan masa depan dalam senyummu..."
Sejak kecil, Olivia Mitchell ingin tahu siapa orangtua kandungnya. Jadi, ketika ia mendapat kesempatan bekerja di New York, ia pun menyambarnya tanpa ragu. Namun, mencari seseorang tanpa nama di kota sebesar New York adalah sesuatu yang mustahil. Kini kontrak kerja Olivia akan segera berakhir, dan Olivia menolak pulang ke Inggris sebelum berhasil melacak keberadaan orangtua kandungnya. Itu berarti ia harus segera mencari pekerjaan baru supaya ia bisa tetap tinggal di New York. Seolah-olah semua itu belum cukup memusingkan, Olivia mendadak bertemu kembali dengan Rex Rankin--sahabat masa kecilnya, sekaligus cinta pertamanya yang gagal--yang muncul untuk menawarkan bantuan.

REVIEW: Finally, setelah sekian purnama pengin baca buku ini, sekarang kesampaian juga. The Star and I ini merupakan buku kedua dari Kak Ilana Tan yang berhasil aku baca, setelah In A Blue Moon. Sebetulnya kedua buku ini tuh masuk dalam trilogi New York, yang satunya berjudul Sunshine Becomes You dan udah diangkat juga jadi film layar lebar, tapi aku belum baca maupun menonton filmnya hehe.

Awalnya aku tertarik banget baca buku ini karena covernya yang sangat menarik--cute and pretty, kek buku sebelumnya. Aku juga udah menebak kalo ceritanya pasti bakal enjoyable untuk bacaan di waktu senggang dan ternyata dugaanku memang bener. Walaupun ada tiga ratusan halaman, aku gak butuh waktu lama buat namatin buku ini. Karena pertama, alur ceritanya mudah ditebak. Kedua, menurutku pribadi konflik yang diangkat gak terlalu berat, kek let it flow aja gitu. Terus ketiga, narasinya lebih banyak daripada dialognya, like 60 banding 40, maybe (?)

Mungkin karena buku ini masuk kategori sastra, jadi lebih banyak dijelaskan di narasinya? Idk. Tapi aku tetap suka sama penjelasan yang sangat detail kek gitu, rasanya kayak bisa ngeliat dan ngerasain suasana New York secara langsung, apalagi latar waktunya pas Desember alias winter. Kek, wah.. ini mah, double combo soalnya that's my favorite season!

Diceritakan menggunakan sudut pandang orang ketiga, Olivia Mitchell (Ollie) adalah seorang aktor teater musikal dari Inggris yang sedang mendapat job di Broadway, New York. Awalnya ia berpikir, setelah bekerja di New York, peluang dirinya berhasil menemukan orangtua kandungnya akan semakin besar. Namun, hal itu ternyata tidak semulus yang ia rencanakan. Padahal dirinya sudah meminta bantuan pada detektif lokal, tapi pencarian itu tetap tidak membuahkan hasil apapun.

Hingga suatu hari, ketika dirinya reuni kecil-kecilan alias makan siang dengan Abigail dan Adam--teman di kampung halamannya, Glasgow, Skotlandia. Dirinya kembali bertemu dengan Lawrence Rex Rankin (Rex), tetangga, satu-satunya sahabat semasa kecilnya sekaligus cinta pertamanya yang pernah gagal. Setelah sembilan tahun terpisah dan tidak berkontak apapun, Rex datang menawarkan sebuah bantuan kepada Ollie. Melalui Robert Ramford, detektif orang hilang yang di pekerjakan oleh Rex, mereka bersama-sama menggali semua informasi mengenai Marilyn, yang digadang sebagai orangtua kandung Ollie.

Mulai dari pencarian orang-orang yang pernah bekerja di panti asuhan tempat Ollie kecil pertama kali ditemukan, hingga fakta menyedihkan yang harus Ollie terima ketika berhasil menemukan ibu kandungnya, seluruh kisahnya dikemas dengan rapi, klise, dan sederhana dengan detail yang sangat jelas. Jadi, meskipun sudah bisa menebak endingnya akan seperti apa, aku tetap bisa merasakan emosi yang Ollie alami.

Ada beberapa hal yang aku suka dan kurang suka dari buku ini, diantaranya:
  1. Dari blurnya udah bisa ketebak keseluruhan isi ceritanya kek gimana, but cover bukunya tetap cantikkk abis!
  2. Ada terlalu banyak tokoh pembantu yang kurang berperan penting, tapi dari mereka yang kurang berperan penting itu, aku jadi bisa lebih tau mengenai dunia teater.
  3. Alur ceritanya klise dan endingnya mudah ketebak, tapi kisahnya tetap bisa dinikmati.
  4. Percakapannya lebih sedikit ketimbang narasi (ini mungkin akan membuat sebagian besar pembaca ngerasa bored), tapi narasinya ini lah yang bikin aku jatuh cinta sama tulisan kak Ilana karena detail tempat, suasana, dllnya tuh nge-detail bangett jadi bikin betah bacanya.
  5. Sejujurnya, chemistry antar tokoh utamanya tuh kurang ngena, tapi karena aku tim yang suka sama kisah romance yang adegan romantisnya tipis-tipis kek gitu, hal ini bukan menjadi masalah besar buatku.
  6. Ini paling bikin aku keganggu selama baca--alur/pergantian tempat. Kek misal, kalimat terakhir paragraf atas masih dijelasin di toko ini terus tiba-tiba kalimat awal paragraf bawahnya tuh mereka udah pindah di tempat lain. Aku ngerasa penjelasannya tuh terlalu mendadak, kesannya kek langsung loncat gitu aja. Dan hal ini ada di beberapa bab, jadi buatku pribadi hal ini bikin bingung waktu baca.
  7. Aku suka plot twist dan penyelesaian konflik yang realistis, yang disajikan di beberapa bab terakhir cerita, terutama fakta mengenai Nicholas Li (Nic) dan Kate, ibu kandung Ollie.
Dari awal baca buku ini tuh, aku selalu penasaran sama makna dari The Star and I itu sendiri, dan ternyata itu merupakan judul dari teater musikal tempat Rex bekerja. Dan salah satu lagu ciptaannya yang terkenal di musikal itu adalah Life Is You, yang Rex tulis untuk Ollie.. ini adalah salah satu dari romance tipis yang aku suka dari buku ini. Last, overall buku ini masih cocok buat bacaan di waktu luang. Tapi kalo boleh aku saranin, jangan terlalu menaruh harapan besar untuk buku ini, ya. Just enjoy aja waktu bacanya. Okk, aku rasa cukup sampai disini aja reviewnya, kalian jangan lupa baca juga, yah! >v<

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Judul: Malioboro at Midnight Penulis: Skysphire Penerbit: Bukune Jumlah Halaman: 436 Tahun Terbit: 2023 Rate: 3.5/5! App: iPusnas BLURB:  ...